Wujudkan Madrasah Tangguh Bencana, MA Muhammadiyah Al Muttaqiin Gedangsari Gelar Simulasi Kebakaran Bersama Damkar GK
GEDANGSARI – Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana, MA Muhammadiyah Al-Muttaqiin Gedangsari menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan pada Kebakaran” pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunungkidul.
Acara yang berlangsung di lingkungan madrasah ini diikuti oleh para guru, staf, serta seluruh siswa dengan penuh antusias. Tim Damkar Gunungkidul memberikan materi mendalam mengenai teori dasar api, pencegahan kebocoran gas LPG, hingga praktik langsung penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan metode pemadaman tradisional menggunakan kain basah.

Kepala MA Muhammadiyah Gedangsari, Sofia Nur Aziza, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menekankan pentingnya pengetahuan mitigasi ini bagi generasi muda. “Kita tidak mengharapkan bencana datang, namun membekali diri dengan ilmu adalah kewajiban. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan seluruh warganya harus tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan simulasi pemadaman api di lapangan sekolah, di mana para siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan teknik pemadaman api di bawah pengawasan instruktur profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga MA Muhammadiyah Gedangsari dapat menjadi agen edukasi keselamatan bagi lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Sambutan Kepala MA Muhammadiyah Gedangsari
Oleh: Sofia Nur Aziza
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Yang saya hormati tim dari UPT Damkar Kabupaten Gunungkidul, bapak/ibu guru, serta anak-anakku siswa-siswi MA Muhammadiyah Gedangsari yang saya cintai.
Alhamdulillah, hari ini, Sabtu 11 April 2026, kita dapat berkumpul untuk melaksanakan agenda penting, yaitu Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan Kebakaran. Mengapa kegiatan ini krusial? Karena bencana, terutama kebakaran, sering kali terjadi akibat ketidaktahuan kita dalam melakukan pencegahan dini.
Anak-anakku, belajar bukan hanya soal kimia atau biologi di dalam kelas. Hari ini, kita belajar tentang keselamatan jiwa. Saya berharap melalui bimbingan Bapak-bapak dari Damkar GK, kalian tidak lagi panik jika melihat api, melainkan tahu langkah taktis apa yang harus diambil. Jadikan ilmu ini sebagai bekal perlindungan, baik di madrasah maupun di rumah masing-masing.
Terima kasih kepada tim Damkar Gunungkidul atas kehadirannya. Mari kita ikuti kegiatan ini dengan serius namun tetap ceria. Semoga madrasah kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan menjadi sekolah yang tangguh bencana.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Poin Penting: Teknik Pemadaman Api yang Diperagakan
Dalam sesi praktik, tim Damkar Gunungkidul memberikan pelatihan intensif mengenai dua metode utama penanganan api awal:
1. Teknik Pemadaman Modern dengan APAR (Metode PASS)
Peserta diajarkan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan urutan PASS:
Peserta diajarkan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan urutan PASS:
- P (Pull): Menarik pin pengaman APAR.
- A (Aim): Mengarahkan corong selang ke pangkal api (bukan ke lidah api).
- S (Squeeze): Menekan tuas secara penuh untuk mengeluarkan media pemadam.
- S (Sweep): Menggerakkan selang dari sisi ke sisi secara merata hingga api padam.
2. Teknik Pemadaman Tradisional (Kain Basah)
Metode ini digunakan untuk memadamkan api kecil (seperti kebakaran kompor gas) dengan prinsip Smothering (penyelimutan):
Metode ini digunakan untuk memadamkan api kecil (seperti kebakaran kompor gas) dengan prinsip Smothering (penyelimutan):
- Gunakan kain, handuk, atau karung goni yang telah dibasahi air hingga jenuh.
- Lindungi tangan dan wajah di balik kain saat mendekati api.
- Letakkan kain secara perlahan menutupi seluruh permukaan benda yang terbakar untuk memutus pasokan oksigen.
- Penting: Jangan melempar kain, karena dapat menyebarkan api ke area lain.
3. Prosedur Evakuasi dan Keamanan
Selain memadamkan api, warga madrasah juga dilatih langkah darurat lainnya:
Selain memadamkan api, warga madrasah juga dilatih langkah darurat lainnya:
- Tetap Tenang: Hindari kepanikan agar bisa berpikir jernih mencari jalur keluar.
- Matikan Listrik: Segera memutus aliran listrik pada panel utama untuk mencegah korsleting tambahan.
- Evakuasi: Menuju titik kumpul melalui jalur tangga (hindari lift jika di gedung bertingkat) dengan posisi merunduk jika terdapat banyak asap.
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup



Tinggalkan Balasan